Setiap mimpi memiliki caranya sendiri untuk tumbuh. Dalam Merajut Mimpi, lukisan-lukisan Putu PW Winata tidak hanya hadir sebagai objek visual, tetapi sebagai bagian dari perjalanan batin tokoh utama dalam drama musikal Perahu Kertas. Di awal tahun 2026, kisah legendaris Perahu Kertas karya Dee Lestari kembali hidup melalui adaptasi drama musikal yang diproduksi oleh Trinity Entertainment Network, berkolaborasi dengan Trust Orchestra dan Indonesia Kaya. Pertunjukan ini menuturkan perjalanan batin tentang pencarian jati diri, penerimaan atas kehilangan, serta keberanian untuk menghidupkan kembali mimpi-mimpi.
Pementasan yang berlangsung pada 30 Januari hingga 15 Februari 2026 di Ciputra Artpreneur, Jakarta ini tidak hanya menghadirkan musik dan teater, tetapi juga merangkul seni rupa sebagai bagian dari narasi. Sejumlah lukisan karya Putu PW Winata dihadirkan dalam skenario dan tata visual panggung, menyatu dengan perjalanan tokoh utama, Keenan—seorang seniman muda yang mengekspresikan hidupnya melalui kanvas dan warna.