
Lukisan-lukisan Putu “PW” Winata yang ditampilkan di Art Jakarta, 3-5 Oktober 2025, mewakili perkembangan terbaru karyanya yang bertema subak. Seri lukisan mutakhir Putu menunjukkan kedewasaan artistik dari penjelajahan formal yang intens. Karya-karya itu lahir dari proses penelitian panjang tentang sistem subak di Jatiluwih, kawasan persawahan bereputasi internasional di Bali. Jatiluwih merupakan bagian dari situs sistem subak tertua yang ditetapkan UNESCO sebagai Warisan
Budaya Dunia.Sepanjang dua tahun terakhir, Putu menempuh proses kreatif yang melibatkan persentuhan dengan lingkungan alam, budaya, dan masyarakat di Jatiluwih. Ia menggali banyak hal – mulai dari aneka prosesi ritual sakral tradisional di sawah hingga dilema pelik antara pelestarian budaya dan perubahan zaman. Hasil studi, pengamatan, dan perasaan Putu tentang subak Jatiluwih diolah secara kreatif dan menghasilkan lebih dari seratus lukisan. Karya-karya itu telah dipamerkan dalam berbagai pameran di Bali, Yogyakarta, Jakarta, Thailand, dan New York.